dalam air tenang
arus menusuk damai
sekali embun yang menitis memecah
dimana percikan di mata
laluku sentuh basahnya ke jernihan
dalam hati sunyi bagai heningnya pagi
tiada bisa lagi kedukaan ini
andai nilai setia tiada bagaimana pula nantinya
kasih ini berlimpahan rona luka
telah kita simpan
tak sedikit sejarah percintaan
puncak kasih kita redanya
oh.....seketikanya......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar