Jumat, 19 Desember 2008

dalam air tenang

arus menusuk damai

sekali embun yang menitis memecah

dimana percikan di mata

laluku sentuh basahnya ke jernihan

dalam hati sunyi bagai heningnya pagi

tiada bisa lagi kedukaan ini

andai nilai setia tiada bagaimana pula nantinya

kasih ini berlimpahan rona luka

telah kita simpan

tak sedikit sejarah percintaan

puncak kasih kita redanya

oh.....seketikanya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar